Senin, 27 Juli 2009

BUNGA TERATAI

TERATAI

Biasanya tanaman Teratai ditanam sebagai penghias kolam. Sosoknya yang cantik dapat 

memperindah taman di rumah-rumah mewah. Terlebih pada saat bunganya bermekaran, semakin menyemarakkan suasana. Tetapi, mungkin saja diantara kita belum tahu bahwa si cantik ini dapat diolah menjadi makanan lezat dan berkhasit bagi kesehatan guna menyembuhkan berbagai penyakit.
 
Pada jaman dulu, keagungan teratai selalu dikaitkan dengan upacara-upacara ritual. Pemeluk Hindu mem¬persembahkan teratai ungu atau biru lembayung kepada Dewa Wisnu, teratai merah kepada Brahma, dan teratai putih kepada Syiwa. Masyarakat Budhapun menganggap bunga ini sebagai lambang kesucian. Hal ini tercermin dalam berbagai lukisan dan patung yang menggambarkan Sang Budha duduk bersemedi di atas bunga teratai yang sedang mekar.
 
Sebagai tanaman hias, keindahan dan keanggunan teratai tak perlu diragukan lagi. Tanaman ini bisa berbu¬nga beberapa kali dalam setahun, sehingga boleh dibi¬lang masa pembungaannya tidak mengenal musim. Pada saat mekar, diameter bunga mencapai 25 cm.
 
Tanaman teratai ada 2 jenis yaitu lotus (Nymphaea pube¬scens Willd. ) dan seroja (Nelumbium nelumbo Gaernth. ). Banyak orang mengira bahwa kedua tanaman ini sama, karena bentuk bunga yang memang serupa dan sulit dibedakan. Tetapi sebenarnya ada ciri-ciri tertentu untuk membedakan dan mengenali kedua tanaman ini.
  
Jenis yang pertama, lotus, mempunyai ciri utama batang atau rimpangnya tumbuh tegak dalam air, buahnya pun masak dalam air. Daunnya yang bundar lonjong melipat dan bergerigi pada tepinya serta mengapung di permukaan air. Bunga lotus mekar pada malam hari dan pada umumnya berwarna putih. Akan tetapi, banyak pula dijumpai bunga yang berwarna merah atau merah jambu. Ada satu jenis lotus yang berwarna ungu atau biru lembayung, yang dikenal dengan Nymphaea ca¬pensis Thunb. Jenis ini mekar pada siang hari. Di Inggris, tanaman air jenis ini dikenal dengan water lotus.
 
Berbeda dengan lotus, seroja yang dikenal sebagai water lily oleh orang Inggris, mempunyai daun bundar yang disangga oleh tangkai yang sangat panjang. Daun¬nya menyembul ke atas permukaan air bagai payung yang terbuka dan menjulang tegak seperti daun keladi. Bunga seroja umumnya berwarna merah jambu, jarang yang berwarna putih. Perbedaan lain, buah seroja masak di permukaan air.
 
Potensi tanaman teratai sebagai sayur dan obat sudah dikenal masyarakat Cina sejak ratusan tahun yang silam. Seluruh bagian tanaman , mulai dari akar, umbi, batang, daun, bunga, buah, dan biji, dapat diolah menjadi sayuran dan berkhasiat mengobati penyakit ¬penyakit tertentu.
 
Daun teratai banyak mengandung vitamin C dan sering dipakai untuk membungkus makanan yang ditim, seperti nasi tim dan tim ayam, untuk menimbulkan aroma khas teratai. Di samping itu, daun teratai yang telah dibakar dapat digunakan untuk mengobati luka memar dan bisul.
 
Umbi teratai yang menyerupai ubi jalar tetapi ber¬lubang-lubang ini banyak mengandung protein, vita¬min C, B1, B2, dan asam dasar NH3, yang dapat menghangatkan tubuh serta menghilangkan memar.
 
Sebagai makanan, biji teratai ternyata mengandung protein tinggi, vitamin C, dan senyawa kimia ragi. Oleh karena itulah teratai dipercaya dapat mengembalikan kekuatan tubuh dan memperlancar peredaran darah. Saat ini, di pasar swalayan banyak tersedia umbi kering dan biji teratai yang siap diolah sebagai bahan sup dan makanan ringan (snack).
 
Akar rimpang teratai yang mengandung air, lodoh, dan berasa manis, dapat dimakan setelah direbus atau dipendam dalam abu. Tunas-tunas akar muda, yang banyak mengandung zat pati, dapat diolah menjadi sayuran lezat dan berkhasiat menyembuhkan diare. Sedangkan akar yang agak tua, liat, dan berserabut, air rebusannya bermanfaat untuk melancarkan air seni.
 . 




  KANTONG SEMAR


 
Nepenthes adalah tanaman unik. Tanaman karnivora ini termasuk tanaman langka yang dilindungi, hal tersebut dikarenakan Nepenthes/ kantong semar semakin langka karena adanya pembukaan hutan dan banyaknya orang yang memburu keberadaannya, tanpa mencoba untuk melestarikannya.

Di Indonesia banyak sebutan diberikan pada tanaman karnivora ini, ada yang menyebut kantong semar, periuk monyet, kantong beruk, ketakung, sorok raja mantra dan masih banyak lagi. Tanaman merambat ini hidup di tanah-tanah lembap yang sedikit nutrisi makanan/ miskin hara. Namun ada juga yang menempel pada tanaman inang (epifit). Keindahan tanaman ini dapat dilihat dari Kantongnya yang merupakan ujung daun yang berbentuk kantong dan berfungsi menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya.

Perbanyakan tanaman Nepenthes dilakukan melalui stek batang, biji dan memisahkan anakan. Umumnya Nepenthes yang hidup terrestrial di dataran rendah tumbuh di tempat-tempat yang berair atau dekat sumber air pada substrat yang bersifat asam. Nepenthes juga membutuhkan cahaya matahari intensif dengan panjang siang hari antara 10-12 jam setiap hari sepanjang tahun, dengan suhu udara antara 23-31°C dan kelembaban udara antara 50-70%.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar